Kredit Serbaguna

Kredit Serbaguna adalah fasilitas kredit yang ditujukan untuk seluruh lapisan yang memiliki penghasilan tetap dimana angsuran bersumber dari gaji dan hasil usaha. Tujuan penggunaan dari kredit ini untuk keperluan konsumtif maupun produktif (serbaguna) yaitu untuk modal usaha baru atau menambah usaha yang sedang berjalan atau penggunaan konsumtif lainnya sepanjang tidak melanggar kesusilaan, ketertiban umum dan bertentangan dengan hukum. Penghasilan bersih dari gaji dan/atau usaha keduanya (Suami/Istri) dijadikan sebagai pendukung utama sumber pengembalian kredit dan pemberian kredit ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Debitur baik itu berupa asset, kepastian masa depan keluarga, jaminan kesehatan yang pada akhirnya akan mendorong tingkat produktivitas usaha Debitur.
Ketentuan dan Persyaratan memperoleh kredit :
  1. Memiliki penghasilan tetap baik yang bersumber dari hasil usaha maupun dari gaji yang diterima.
  2. Usaha dan/atau tempat bekerja dan domisili berada di wilayah Provinsi NTB dan diutamakan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.
  3. Mengajukan permohonan secara tertulis dengan dilampirkan :
    • Fotokopi Kartu Identitas yang berlaku (KTP / SIM) suami dan istri.
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) diutamakan untuk plapond diatas Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah).
    • Menyerahkan pas photo ukuran 4×6 suami/istri.
    • Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa atau ijin usaha lainnya dari instansi yang berwenang dan/atau izin-izin yang bersifat khusus (jika memilki usaha yang bersifat khusus) seperti : usaha penggilingan padi, usaha yang bersifat profesi atau usaha yang bersifat khusus lainnya (jika sumber penghasilan tetap dari hasil usaha).
    • Fotokopi NPWP khusus untuk plapond di atas Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah)
    • Menyerahkan keterangan penghasilan atau daftar gaji terakhir yang dilegalisir (jika sumber penghasilan tetap dari gaji).
    • Surat Pernyataan dan Keterangan dari Pimpinan tempat debitur bekerja (jika sumber penghasilan tetap dari gaji).
    • Fotokopi Kartu Pegawai (KARPEG) dan SK pengangkatan pegawai yang yang telah dilegalisir (jika sumber penghasilan tetap dari gaji).
  4. Memiliki agunan tambahan yang dipersyaratkan sesuai ketentuan Bank.
  5. Kredit Serbaguna disesuaikan dengan tujuan penggunaannya, jika penggunaannya untuk usaha maka digolongkan ke dalam jenis kredit Modal kerja sebaliknya jika tujuan penggunaannya untuk keperluan konsumtif maka digolongkan ke dalam jenis kredit konsumtif.
  6. Perjanjian Kredit (PK) ditandatangani oleh pemohon beserta suami/istrinya (kecuali bagi yang belum menikah).