Tujuan Pendirian Lumbung Kredit Pedesaan (LKP)

  1. Untuk meningkatkan dan menghidupkan roda perekonomian di pedesaan.
  2. Untuk mengurangi Praktik-praktik Pelepas Uang, Ijon, dan Rentenir.
  3. Untuk menciptakan Lapangan Pekerjaan di Pedesaan.

Aturan-aturan lain yang terkait dengan Lumbung Kredit Pedesaan ( LKP)

  1. Surat Kepuusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat Nomor 116 Tahun 1986 tanggal 9 April 1986 Tentang Lumbung Kredit Pedesaan di Provinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat.
  2. Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat Nomor : 117 Tahun 1986, tentang Kebijakan Umum Lumbung Kredit Pedesaan di Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat.
  3. Pedoman Teknis Pelaksanaan Operasional Lumbung Kredit Pedesaan di Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat.

Dasar Legalitas

BPR NTB Lombok Tengah dibentuk berdasarkan

  1. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat  No. 10 Tahun 2007 tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Nusa Tenggara Barat.
  2. Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia Nomor : 11/8/KEP.DpG/2009 tanggal 31 Agustus 2009,  tentang Pemberian Izin Konsolidasi.
  3. Peraturan Gubernur No. 14.A  Tahun 2009 dan telah dirubah dengan Keputusan Gubernur No. 17 Tahun 2009.